Fitur Utama SPARTA
Analisis SAW Cerdas
Algoritma pengambilan keputusan multi-kriteria untuk merangking destinasi berdasarkan bobot keinginan spesifik Anda secara dinamis.
Visualisasi Spasial
Antarmuka peta interaktif WebGIS berbasis MapLibre GL dengan rendering responsif dan integrasi database PostGIS.
Bbox Live Search
Menelusuri tempat wisata secara instan berdasarkan area geografis layar yang sedang dilihat secara efisien tanpa lag.
Bagaimana SAW Bekerja?
Metode Simple Additive Weighting (SAW) mencari penjumlahan terbobot dari kinerja setiap alternatif pada semua kriteria. Berikut adalah 4 tahapan di SPARTA:
Kriteria Preferensi
Anda memasukkan bobot kepentingan untuk empat kriteria utama: Jarak (Cost), Harga Tiket (Cost), Rating (Benefit), dan Jumlah Ulasan (Benefit).
Normalisasi Nilai
Kriteria Benefit (rating, ulasan) dibagi nilai maksimal. Kriteria Cost (harga, jarak) dibagi nilai minimal, sehingga rentang nilai bernilai 0 hingga 1.
Matriks Terbobot
Setiap nilai ternormalisasi dikalikan dengan bobot kriteria yang telah Anda atur sebelumnya pada panel input.
Skor Akhir & Ranking
Semua hasil perkalian kriteria dijumlahkan menjadi total skor. Wisata diurutkan dari skor tertinggi untuk direkomendasikan.
Sederhana & Objektif
Skor akhir rekomendasi diperoleh dengan menjumlahkan hasil perkalian bobot kriteria dengan nilai normalisasi pariwisata:
Daerah Istimewa Yogyakarta
Yogyakarta merupakan salah satu pusat kebudayaan dan pariwisata terbesar di Indonesia dengan ratusan destinasi mulai dari sejarah keraton, peninggalan candi megah, keragaman alam, hingga deretan pantai eksotis.
Menghadapi pilihan destinasi pariwisata yang sangat banyak, wisatawan sering kali kesulitan menetapkan prioritas perjalanan. SPARTA dirancang untuk menyatukan parameter spasial dengan keputusan logis matematika sehingga perencanaan liburan Anda menjadi efisien, transparan, dan sesuai dengan bobot prioritas finansial maupun waktu tempuh Anda.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Bagaimana cara SPARTA mengukur jarak keberangkatan?
Jarak diukur secara langsung (garis lurus udara/spasial) antara titik koordinat awal yang Anda tetapkan di peta (atau dari lokasi sensor GPS Anda) dengan koordinat lokasi wisata yang tersimpan di dalam basis data PostGIS.
Apakah data harga tiket masuk selalu ter-update?
Data harga tiket dan operasional wisata di database kami merujuk pada data sekunder pariwisata Yogyakarta. Estimasi harga tiket dapat bervariasi bergantung hari libur atau kebijakan pengelola pariwisata setempat.
Mengapa saya disarankan menggunakan sistem SAW ini?
Ketika merencanakan pariwisata dengan rombongan atau budget tertentu, Anda sering kali memiliki batasan tersendiri (misal: mencari yang termurah namun dengan rating ulasan yang sangat baik). SAW membantu mengkombinasikan keinginan yang kontradiktif ini ke dalam satu nilai skor matematis mutlak.
Apakah data di SPARTA mencakup seluruh kabupaten di DIY?
Ya, basis data kami memetakan destinasi wisata unggulan yang tersebar di Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, Kabupaten Bantul, Kabupaten Kulon Progo, hingga Kabupaten Gunungkidul.